Mengubah Lingkungan atau Lingkungan yang Mengubah
Desclaimer : tulisan ini diangkat dari keresahan pribadi, dan tidak bermaksud menyinggung perasan siapapun.
Banyak yang bilang.. kalau kita berada di lingkungan yang
baik kita pun akan ikut terbawa baik. Karena ada pepatah yang mengatakan “jika
kamu berteman dengan seorang pembuat arang, kau akan merasakan panasnya api dan
bau bekas bakaran arang. Akan tetapi jika kamu berteman dengan seorang penjual parfum,
maka kamu akan bisa merasakan wanginya bau parfum tersebut”.
Saya sangat setuju dengan statement di atas. Akan tetapi, selain
itu juga ada faktor lain yang bisa mengubah diri kita dan lingkungan kita. Yaitu
power atau kekuatan.
Yaa.. kekuatan. Karena ketika kita berada di dalam suatu
lingkungan masyarakat yang mungkin bisa dikatakan kurang bagus, kemudian kita
ingin mengubahnya, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu lingkungan yang berhasil
kita ubah atau kita yang berhasil diubah oleh lingkungan tersebut. Itu tergantung
pada power atau kekuatan yang kita miliki. Mengapa demikian?
Coba kita ambil ibroh dari kisah terdahulu. Ketika Rasulullah
Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam lahir, pada saat itu terjadi kekacauan di mekkah. Dimana,
pada tahun itu pasukan Abraha beserta gajahnya hendak menghancurkan ka’bah. Namun,
Qadarullah.. Allah tidak mengizinkan hal tersebut terjadi, dan Rasulullah pun
lahir pada tahun itu, sehingga terkenal dengan tahun gajah.
Kemudian, Rasulullah hidup di tengah-tengah masyarakat yang
bisa dikatakan jauh dari kata baik. Dan survive berdakwah dengan keadaan
masyarakat yang seperti itu. Menyampaikan yang haq di tengah-tengah kebathilan
yang meraja lela. Dari sini kita belajar bahwa kekuatan itu terlahir bukan dari
apa yang mendominasi tapi kepada siapa kita bersimpuh diri. Rasulullah bergantung
kepada Dzat yang maha besar, dan maha berkuasa atas segala kehendak-Nya. Itulah
mengapa faktor ini sangat menentukan sekali pada siapa perubahan itu akan terjadi.
Dan tidak sedikit juga kasus yang awalnya ingin mengubah lingkungan
menjadi lebih baik, tapi malah dirinya lah yang diubah oleh lingkungan.
Terimakasih bagi yang sudah membaca.. saya ulang sekali lagi
bahwa ini merupakan statement pribadi dan tidak ada maksud menyinggung perasaan
siapapun. Jazaakumullahu khayr..
Comments
Post a Comment